Sepertinya kali ini karma jahat menunjuk padaku untuk menjadi pihak yang terluka.
Dengan segala kekuasaan, membawa kembali semua perasaan yang dulu kulempar kepada mereka.
Setelah berotasi dalam putaran pasti, sambutlah giliranku untuk menikmati pilu hati dan kepalan tangan tiada henti.
Sang penguasa punya beribu cara untuk membuka mata manusia.
Bahkan gurauan bisa menjadi impian, dan impian berubah menjadi kenyataan.
Hanya sayang waktunya sudah lewat, sehingga yang disajikan hanya sebentuk penyesalan.
Walaupun duka lampau selalu bisa jadi pelajaran, bagi mereka yang ketika itu tersudut sebagai korban, sakitnya tidak akan terlupakan.
Nafsu adalah musuh manusia yang paling nyata.
Kesombongan membuat lupa eksistensi penguasa.
Nafsu seringkali membutakan mata, kesombongan mematikan kepandaian.
Yang harusnya begitu sederhana kenapa musti dibuat rumusan angka?
Yang rumit cuman ada di kepala saja!
Aku bisa bertahan.
Aku tidak mau tetap diam.
Aku akan menemukan suatu cara.
Aku pasti menemukan titik terang.
Karma boleh jahat kepadaku.
Tapi dengan kepala aku akan bercahaya.
Tapi dengan kata-kata aku akan ungkapkan semua.
Dan kupastikan penguasa berada dibelakangku
.:.pIpI in frame.:.
from:http://pipipego.multiply.com/journal/item/274/Ketika_Karma_Jahat_Menunjukmu

No comments:
Post a Comment