Memupuskan peristiwa keemasan waktu dia berjaya
Memungkiri semua mahkota yang ditahtakan kepadanya
Dalam kepahitan ia bersyukur smua telah berakhir
Sajak kepura-puraan yang ia susun beberapa depak waktu
Sang Pujangga berkelabu
Gerimis yang halus lumayan membuat anyelir itu kedinginan
Sampai ia tak lagi bisa melenggokkan kelopaknya
Hingga saat ia melihat kegalauan sang pujangga
Ia ikut berpura-pura ingin berbagi kehangatan sisa
Sang Pujangga berkelabu
Hingga mengundang beberapa belalang menari lucu
Sekedar berbalas jasa setelah beberapa hari ini terhibur dengan untaian kata penuh makna cinta..
Namun tak jua melipur laranya..
Sang Pujangga berkelabu
Dalam kejauhan ia mengirimkan tanya
Pada rimbun cemara di belahan lain dunia
Masihkah ia akan terus dapat segar aromanya
Walau ia tak dapat mengucurkan air ditanahnya
Sang Pujangga berkelabu
Saat iapun menerima kenyataan tak senyaman harapannya
Ia tak dapat apa-apa
Dari muka dunia nyata.....
hingga ujung dunia maya
Dan iapun akan berlalu......
special contribute for ~Zack~
.:.moonelectra in frame.:.

No comments:
Post a Comment