Kau datang membawa dahaga
Akan sebuah kehangatan dalam perlindungan
Selamat datang ! Seruku
Dan aku akan bertanggung jawab
Kau tawarkan cinta
Aku terdiam, bukan waktunya
Cinta harus bertanggung jawab
Dan tanggung jawab perlu keyakinan
Hingga tiba di satu batas
Rasa itu menguat, mengusik hati
Tak bisa kutunjukkan, tetapi
I Love U, lebih dari yang kau tahu
Ya Allah,
Apakah dia takdirku ?
*Jakarta, 17 Desember 2008
.:.LeapFrog in frame.:.
Tuesday, December 16, 2008
Sampai Kapan Kita Berdialektika
Tempo hari aku masih ceria. Ia ada di sana. Kami memuji-muji langit senja bersama, dan berkata 'senja akhir-akhir ini demikian memesona'. Hatiku berbisik, 'ini semua sempurna, karena kau ada di sini'. Sesekali jemari mungilnya menggelitiki perutku yang buncit dan aku pun tertawa. Bahagia. Tapi bukan hari ini.
Tempo hari aku masih ceria. Ia belum lagi ada di sana. Aku dan keluarga menikmati senja di Pantai Marina. Aku dan adek membangun sebuah istana. Sebelumnya istana itu tak ada. Kami penciptanya. Dalam perjalanan pulang aku cemas, karena aku tahu ombak akan membuat istana itu kembali tiada. Tapi Ayah membelikanku campina. Dan secepat itu aku mampu kembali ceria. Tapi bukan hari ini.
Tempo hari aku belum lagi ada di sini. Entah di mana. Barangkali saat itu Ayah dan Ibu sedang mempersiapkan sebuah nama. Mungkin sedang memuji-muji langit senja berdua. Atau bahkan belum lagi bersua dan masih sibuk menyelesaikan pe-er matematika. Tapi bukan hari ini.
Hari ini aku melihat Ayah, Ibu, dan adekku masih ada. Mereka semua memang semakin menua. Rupa mereka tak lagi sama. Tapi mereka masih punya raga. Ruap-ruap keringat yang khas masih bisa kucium dari pori-pori tubuh mereka. Tapi belum tentu hari esok.
Hari ini juga aku tak merasakan gelitikan di perutku yang buncit oleh tangan-tangan mungil yang kusuka. Senja hari ini adalah senja yang kulalui dengan menyusuri jalan-jalan ibukota sendirian dengan perasaan belum lagi terbiasa. Tapi belum tentu hari esok.
Hari ini aku masih menapaki dunia. Mataku masih terbuka dan menangkapi semua citra. Jantungku masih berdegup seolah menghitung mundur hingga saat yang tak pernah kuduga. Tapi belum tentu hari esok.
Tapi ... tempo hari, hari ini, dan hari esok aku adalah seorang pembelajar yang dalam proses untuk menjadi lebih baik. Huh, ucapan yang klise dari mulut seorang manusia. Tapi entah kenapa itu tak semudah ketika terucap. Iyah. Mungkin benar bahwa 'ada kedalaman yang tak bisa kuselami, ada ketinggian yang tak bisa kulintasi'. Mengaku memang satu hal yang paling berat. Padahal dengan mengaku aku bisa mengenali diri sendiri. Apa yang aku bisa dan apa yang tak. Dan dengan mengenal diri sendiri aku bisa mengenal siapa yang maha bisa. Mengakulah hei aku! Mengaku! Asyhadu anlaa... (Ya ampun beratnya).
Tempo hari aku berkata, 'mungkin ini tulisan terakhirku di sini'. Tapi bukan hari ini
.:.jakamudaberbicara in frame.:.
from:http://dalam-diam.blogspot.com/2007/04/sampai-kapan-kita-berdialektika.html
Tempo hari aku masih ceria. Ia belum lagi ada di sana. Aku dan keluarga menikmati senja di Pantai Marina. Aku dan adek membangun sebuah istana. Sebelumnya istana itu tak ada. Kami penciptanya. Dalam perjalanan pulang aku cemas, karena aku tahu ombak akan membuat istana itu kembali tiada. Tapi Ayah membelikanku campina. Dan secepat itu aku mampu kembali ceria. Tapi bukan hari ini.
Tempo hari aku belum lagi ada di sini. Entah di mana. Barangkali saat itu Ayah dan Ibu sedang mempersiapkan sebuah nama. Mungkin sedang memuji-muji langit senja berdua. Atau bahkan belum lagi bersua dan masih sibuk menyelesaikan pe-er matematika. Tapi bukan hari ini.
Hari ini aku melihat Ayah, Ibu, dan adekku masih ada. Mereka semua memang semakin menua. Rupa mereka tak lagi sama. Tapi mereka masih punya raga. Ruap-ruap keringat yang khas masih bisa kucium dari pori-pori tubuh mereka. Tapi belum tentu hari esok.
Hari ini juga aku tak merasakan gelitikan di perutku yang buncit oleh tangan-tangan mungil yang kusuka. Senja hari ini adalah senja yang kulalui dengan menyusuri jalan-jalan ibukota sendirian dengan perasaan belum lagi terbiasa. Tapi belum tentu hari esok.
Hari ini aku masih menapaki dunia. Mataku masih terbuka dan menangkapi semua citra. Jantungku masih berdegup seolah menghitung mundur hingga saat yang tak pernah kuduga. Tapi belum tentu hari esok.
Tapi ... tempo hari, hari ini, dan hari esok aku adalah seorang pembelajar yang dalam proses untuk menjadi lebih baik. Huh, ucapan yang klise dari mulut seorang manusia. Tapi entah kenapa itu tak semudah ketika terucap. Iyah. Mungkin benar bahwa 'ada kedalaman yang tak bisa kuselami, ada ketinggian yang tak bisa kulintasi'. Mengaku memang satu hal yang paling berat. Padahal dengan mengaku aku bisa mengenali diri sendiri. Apa yang aku bisa dan apa yang tak. Dan dengan mengenal diri sendiri aku bisa mengenal siapa yang maha bisa. Mengakulah hei aku! Mengaku! Asyhadu anlaa... (Ya ampun beratnya).
Tempo hari aku berkata, 'mungkin ini tulisan terakhirku di sini'. Tapi bukan hari ini
.:.jakamudaberbicara in frame.:.
from:http://dalam-diam.blogspot.com/2007/04/sampai-kapan-kita-berdialektika.html
Kisah Capung dan Kupu
Capung bersayap retak tertatih-tatih seberangi lautan kasih
Membawa peluk dan cium untuk coba tenangkan hati
Kupu-kupu berurai air mata terseret angin kerinduan
Iringi setiap langkah untuk coba sembuhkan luka
Kepayahan terbang karena kini harus berkelana sendiri
Berjuang melawan awan kehidupan yang kian terasa gelap
Kita tidak pernah berbuat salah
Kita hanya berbeda
Biarkan mimpi ini truskan tinggal di hati
Karena cinta tidak pernah salah
Thanks to my YM
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from:http://nanakecil.blogspot.com/2007/04/kita-tidak-pernah-berbuat-salah-kita.html
Membawa peluk dan cium untuk coba tenangkan hati
Kupu-kupu berurai air mata terseret angin kerinduan
Iringi setiap langkah untuk coba sembuhkan luka
Kepayahan terbang karena kini harus berkelana sendiri
Berjuang melawan awan kehidupan yang kian terasa gelap
Kita tidak pernah berbuat salah
Kita hanya berbeda
Biarkan mimpi ini truskan tinggal di hati
Karena cinta tidak pernah salah
Thanks to my YM
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from:http://nanakecil.blogspot.com/2007/04/kita-tidak-pernah-berbuat-salah-kita.html
I am Walking Barefoot
Once I worried about a thing,
I wrote the worry on a thing.
It’s really nothing,
But it meant everything.
I needed to walk barefoot.
I can’t stand wearing shoes, sandals, let alone boots.
No one understood,
Oh, shoot!
They forced me wearing the new pair of shoes.
They said it must fit,
And I should like it.
Which, I did.
Those new pair of shoes…
They looked neat.
I could’ve acted liking it,
But, really, it won’t fit.
I tried liking those shoes!
They just won’t fit!
Then they called me twit.
Made me felt like a broken-legged athlete.
What was I supposed to do?
I needed being barefoot for a while.
Really, it was just for while.
Why forcing me in everything I do?
Something came out of the blue.
I knew nothing but my gloomy heart gone blue.
It never asked me about all those blue.
It stayed, played and brought light in to my blue.
It is my light blue,
The light that caught my blue while doing a shoot,
It feels good not having to give clue,
And still got asked-on walking barefoot!
Yogyakarta,
9 December 2008
*An answer to an earlier poem called Barefoot.
.:.Grace in frame.:.
from: http://gracesamboh.multiply.com/journal/item/145/I_Am_Walking_Barefoot
I wrote the worry on a thing.
It’s really nothing,
But it meant everything.
I needed to walk barefoot.
I can’t stand wearing shoes, sandals, let alone boots.
No one understood,
Oh, shoot!
They forced me wearing the new pair of shoes.
They said it must fit,
And I should like it.
Which, I did.
Those new pair of shoes…
They looked neat.
I could’ve acted liking it,
But, really, it won’t fit.
I tried liking those shoes!
They just won’t fit!
Then they called me twit.
Made me felt like a broken-legged athlete.
What was I supposed to do?
I needed being barefoot for a while.
Really, it was just for while.
Why forcing me in everything I do?
Something came out of the blue.
I knew nothing but my gloomy heart gone blue.
It never asked me about all those blue.
It stayed, played and brought light in to my blue.
It is my light blue,
The light that caught my blue while doing a shoot,
It feels good not having to give clue,
And still got asked-on walking barefoot!
Yogyakarta,
9 December 2008
*An answer to an earlier poem called Barefoot.
.:.Grace in frame.:.
from: http://gracesamboh.multiply.com/journal/item/145/I_Am_Walking_Barefoot
Semalam
2 detik….gak sengaja ngliat kamu yang berlumur peluh sedang mewajarkan posisi benda besar itu dengan bantuan tangan dan pikiranmu.
1 detik… aku terkesiap dan penasaran..hatiku meminta untuk mengulang melihatmu kembali.
5 detik…aku berusaha memperhatikan semua sembulan kasar urat wajahmu….beda!
Ga tau itu apa…ga tau mana yang beda..
Aura wajahmu dingin dan sedang tidak berminat mengajakku untuk bercumbu dan bercanda…
Walaupun aku jadi merasa tak mengenal mu dengan baik, tapi aku suka menikmatinya.
Saat kamu bermain dalam pikiranmu.. atau ada yang sedang mengganggu pikiranmu….karena dalam dua hari ini aku lihat kebisuan tengah berbicara di antara kita
.:.moonelectra in frame.:.
1 detik… aku terkesiap dan penasaran..hatiku meminta untuk mengulang melihatmu kembali.
5 detik…aku berusaha memperhatikan semua sembulan kasar urat wajahmu….beda!
Ga tau itu apa…ga tau mana yang beda..
Aura wajahmu dingin dan sedang tidak berminat mengajakku untuk bercumbu dan bercanda…
Walaupun aku jadi merasa tak mengenal mu dengan baik, tapi aku suka menikmatinya.
Saat kamu bermain dalam pikiranmu.. atau ada yang sedang mengganggu pikiranmu….karena dalam dua hari ini aku lihat kebisuan tengah berbicara di antara kita
.:.moonelectra in frame.:.
Barefoot
Barefoot.
I need to walk barefoot.
Just for a while.
My old pair of shoes.
I want them.
Seems broken, though.
But, I want themThey might be out of date.
But, I have my own calendar.
Those new pair of shoes,I like them.
They look shiny.They look nice.
Really, I like them.
But, they don't fit.
Those new pair of shoes,I tried on.
I liked them.Really, I do.
They just won't fit.H
ow about going barefoot for a while?
***Inspired by:Holly Kennedy and William in PS: I Love YouAsh in Walking Barefoot
.:.Grace in frame.:.
from: http://gracesamboh.multiply.com/journal/item/72/Barefoot
I need to walk barefoot.
Just for a while.
My old pair of shoes.
I want them.
Seems broken, though.
But, I want themThey might be out of date.
But, I have my own calendar.
Those new pair of shoes,I like them.
They look shiny.They look nice.
Really, I like them.
But, they don't fit.
Those new pair of shoes,I tried on.
I liked them.Really, I do.
They just won't fit.H
ow about going barefoot for a while?
***Inspired by:Holly Kennedy and William in PS: I Love YouAsh in Walking Barefoot
.:.Grace in frame.:.
from: http://gracesamboh.multiply.com/journal/item/72/Barefoot
Bitterness of a Memory
A decision which couldn't be taken back
A memory which couldn't be erased
Let it stays as a wonderful memory in your heart and mind
Don't know when it can be present in your life anymore
Don't let the unfinished memory becomes a shadow
It will haunt your life forever
Take a step after another slowly
And let the shadow leaves you behind
Let the memory stays as a memory
Where you can visit at anytime
And hold it tight anytime you miss it
Because the memory is the only thing you have now
Let the cold wind dries your tears
Let the time kills your foolish hope
Let the rain washes your broken heart
Let the sun burns the shadow
Because...reality bites
(Tokyo, Japan, March 2007)
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from: http://nanakecil.blogspot.com/2007/03/decision-which-couldnt-be-taken-back.html
A memory which couldn't be erased
Let it stays as a wonderful memory in your heart and mind
Don't know when it can be present in your life anymore
Don't let the unfinished memory becomes a shadow
It will haunt your life forever
Take a step after another slowly
And let the shadow leaves you behind
Let the memory stays as a memory
Where you can visit at anytime
And hold it tight anytime you miss it
Because the memory is the only thing you have now
Let the cold wind dries your tears
Let the time kills your foolish hope
Let the rain washes your broken heart
Let the sun burns the shadow
Because...reality bites
(Tokyo, Japan, March 2007)
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from: http://nanakecil.blogspot.com/2007/03/decision-which-couldnt-be-taken-back.html
Nikmatilah Lara
Perkenalkan, dia adalah Lara. Sosoknya yang rapuh seringkali mengesankan kenaifan yang tidak berbahaya. Senyumnya yang misterius mengundang rasa penasaran untuk mengajaknya menetap. Mata tajamnya menyelidik dan menggoda hati yang tak siap. Seringkali manusia tidak menyadari kehadirannya, sampai pada suatu momen dimana manusia membuka lebar pintu hati tanpa disadari untuk sang Lara menetap.
Ketika dia sudah masuk dan membangun kerajaannya, tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain menikmatinya. Rasakan tiap seretan langkah dalam lingkaran kepedihan yang diciptakan oleh senyumnya yang misterius. Peganglah dadamu untuk merasakan tiap tusukan jarum yang dikarenakan oleh ketajaman matanya. Nikmatilah tiap tetes kepedihan, bersama air matanya yang bagaikan cuka bagi hatimu yang luka.
Terimalah dia dengan kedua tanganmu yang terbuka, namun janganlah kamu menyayanginya. Bukan kasih sayang yang dia butuhkan, melainkan berdamailah dengannya. Nikmatilah kehadirannya sebagai bagian dari dirimu dalam perjalananmu mencapai puncak. Karena kehadirannya yang sementara bisa membuatmu tegar menghadapi angin yang dingin dan menggigit di puncak sana.
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from: http://nanakecil.blogspot.com/2007/06/perkenalkan-dia-adalah-lara.html
Ketika dia sudah masuk dan membangun kerajaannya, tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain menikmatinya. Rasakan tiap seretan langkah dalam lingkaran kepedihan yang diciptakan oleh senyumnya yang misterius. Peganglah dadamu untuk merasakan tiap tusukan jarum yang dikarenakan oleh ketajaman matanya. Nikmatilah tiap tetes kepedihan, bersama air matanya yang bagaikan cuka bagi hatimu yang luka.
Terimalah dia dengan kedua tanganmu yang terbuka, namun janganlah kamu menyayanginya. Bukan kasih sayang yang dia butuhkan, melainkan berdamailah dengannya. Nikmatilah kehadirannya sebagai bagian dari dirimu dalam perjalananmu mencapai puncak. Karena kehadirannya yang sementara bisa membuatmu tegar menghadapi angin yang dingin dan menggigit di puncak sana.
.:.gadismetropolitan in frame.:.
from: http://nanakecil.blogspot.com/2007/06/perkenalkan-dia-adalah-lara.html
Cahaya Tuhan
Seringai matahari menjemput kantukku
Setelah satu malam mataku lunglai kelelahan
Berlomba dengan serapah...
Mencari satu inti untuk apa aku hidup
Bertahun-tahun kakiku menapak dibumi Tuhan
Tawa dan airmata juga sudah banyak yang tertuang
Banyak manusia yang hinggap, pergi dan tak pulang lagi
Namun tak kupungkiri, banyak juga yang setia menemani
Mereka yang tercinta..menerimaku apa adanya
Walau mungkin banyak cela yang masih kuhadirkan di depan mereka.......
Karena aku hanya manusia
Semoga, masih ada cahaya Tuhan dalam satu kurun waktu untuk bisa kuterawang bersama
Hingga saat akhir duniaku
Atau saat akhir dunia mereka
.:.moonelectra in frame.:.
Setelah satu malam mataku lunglai kelelahan
Berlomba dengan serapah...
Mencari satu inti untuk apa aku hidup
Bertahun-tahun kakiku menapak dibumi Tuhan
Tawa dan airmata juga sudah banyak yang tertuang
Banyak manusia yang hinggap, pergi dan tak pulang lagi
Namun tak kupungkiri, banyak juga yang setia menemani
Mereka yang tercinta..menerimaku apa adanya
Walau mungkin banyak cela yang masih kuhadirkan di depan mereka.......
Karena aku hanya manusia
Semoga, masih ada cahaya Tuhan dalam satu kurun waktu untuk bisa kuterawang bersama
Hingga saat akhir duniaku
Atau saat akhir dunia mereka
.:.moonelectra in frame.:.
Aku yang Lalu
Dia arahkan tangannya, sedikit menjauh dari dagu. Sedetik kemudian terdengar dentuman jari tangan mulai menjamah untaian huruf-huruf yang tersusun rapi diatas kotak persegi empat berwarna hitam. Kotak yang beradu pandang dengan layar putih berukuran empat belas inci itu kini tertawa riang karena sudah dijamah dan dipukuli lagi.
Sebelumnya perempuan itu hanya terdiam, berteman tatapan kosong yang kejam. Persis seperti anak kecil yang tidak tau harus berbuat apa saat bonekanya hilang tiba-tiba saja. Hanya sepasang mata yang menerawang jauh menuju kekosongan. Raut wajah kusut semakin memperjelas guratan kelelahan.
Tapi itu tadi. Ia kini sudah beranjak dari keheningan. Duduk tegak dengan mata yang tidak lagi menerawang. Api liar mulai memenuhi rongga wajahnya yang perlahan berbinar-binar. Ia memaksa diri dan mengerahkan segenap tenaga di otaknya untuk membuat sebuah tulisan:
”Aku telah melakukan suatu keburukan menurut orang-orang kebanyakan. Telah banyak suara-suara sumbang yang tidak kupedulikan. Telah tumpah tangisan, telah habis sudut-sudut pertahanan. Kepalan tangan pun kurasakan demi sedetik kebahagiaan.”
”Aku harus mengakhiri babak sandiwara ini. Aku harus melepaskan diri dan tidak lagi bersembunyi. Aku harus membunuh musuh terbesarku, yang selalu mengganggu dan kerap kali membuatku bisu. Aku harus melawan rasa takutku..!”
"Sudah cukup aku menjadi palsu. Sudah cukup aku tanpa tempat mengadu. Tidak ada lagi kata 'demi kamu'. Tidak ada lagi aku yang lalu. Aku akan menghentikan seluruh perlawanan terhadap diriku. Aku akan memulai babak baru, dengan ataupun tanpamu..."
.:.pipi in frame.:.
from: http://pipipego.multiply.com/journal/item/208/Aku_Yang_Lalu
Sebelumnya perempuan itu hanya terdiam, berteman tatapan kosong yang kejam. Persis seperti anak kecil yang tidak tau harus berbuat apa saat bonekanya hilang tiba-tiba saja. Hanya sepasang mata yang menerawang jauh menuju kekosongan. Raut wajah kusut semakin memperjelas guratan kelelahan.
Tapi itu tadi. Ia kini sudah beranjak dari keheningan. Duduk tegak dengan mata yang tidak lagi menerawang. Api liar mulai memenuhi rongga wajahnya yang perlahan berbinar-binar. Ia memaksa diri dan mengerahkan segenap tenaga di otaknya untuk membuat sebuah tulisan:
”Aku telah melakukan suatu keburukan menurut orang-orang kebanyakan. Telah banyak suara-suara sumbang yang tidak kupedulikan. Telah tumpah tangisan, telah habis sudut-sudut pertahanan. Kepalan tangan pun kurasakan demi sedetik kebahagiaan.”
”Aku harus mengakhiri babak sandiwara ini. Aku harus melepaskan diri dan tidak lagi bersembunyi. Aku harus membunuh musuh terbesarku, yang selalu mengganggu dan kerap kali membuatku bisu. Aku harus melawan rasa takutku..!”
"Sudah cukup aku menjadi palsu. Sudah cukup aku tanpa tempat mengadu. Tidak ada lagi kata 'demi kamu'. Tidak ada lagi aku yang lalu. Aku akan menghentikan seluruh perlawanan terhadap diriku. Aku akan memulai babak baru, dengan ataupun tanpamu..."
.:.pipi in frame.:.
from: http://pipipego.multiply.com/journal/item/208/Aku_Yang_Lalu
Sunday Lovely Sunday
dear sunday,
there were times when i don’t know if i’m having a bad day or good one.
i got to excited, miserable, and finally lost words, barely can’t breath.
dear sunday,
it’s a shock therapy, for all of us, if i may say.
dear lovely sunday,
it’s like you were watching the whole season, compressed in one segment.
combination of laugh and cry, whisper and shout.
full, tight, solid, with thriller, suspense, comedy and romance.
dear sunday,
don’t you dare mislead any conversation,
you will skip all characters and the complete story.
dear sunday,
i remember those question,
this is the statement.
demanding for the detail answers,
well, this is the attachment.
dear lovely sunday,
maybe this is all you need, your concern.
dear love, after all that happened, i wonder how could we ever live side by side, peacefully…
.:.arien in frame.:.
from: http://ariencantiq.multiply.com/journal/item/327/sunday_lovely_sunday
there were times when i don’t know if i’m having a bad day or good one.
i got to excited, miserable, and finally lost words, barely can’t breath.
dear sunday,
it’s a shock therapy, for all of us, if i may say.
dear lovely sunday,
it’s like you were watching the whole season, compressed in one segment.
combination of laugh and cry, whisper and shout.
full, tight, solid, with thriller, suspense, comedy and romance.
dear sunday,
don’t you dare mislead any conversation,
you will skip all characters and the complete story.
dear sunday,
i remember those question,
this is the statement.
demanding for the detail answers,
well, this is the attachment.
dear lovely sunday,
maybe this is all you need, your concern.
dear love, after all that happened, i wonder how could we ever live side by side, peacefully…
.:.arien in frame.:.
from: http://ariencantiq.multiply.com/journal/item/327/sunday_lovely_sunday
Sang Pujangga Berkelabu
Sang pujangga berkelabu
Memupuskan peristiwa keemasan waktu dia berjaya
Memungkiri semua mahkota yang ditahtakan kepadanya
Dalam kepahitan ia bersyukur smua telah berakhir
Sajak kepura-puraan yang ia susun beberapa depak waktu
Sang Pujangga berkelabu
Gerimis yang halus lumayan membuat anyelir itu kedinginan
Sampai ia tak lagi bisa melenggokkan kelopaknya
Hingga saat ia melihat kegalauan sang pujangga
Ia ikut berpura-pura ingin berbagi kehangatan sisa
Sang Pujangga berkelabu
Hingga mengundang beberapa belalang menari lucu
Sekedar berbalas jasa setelah beberapa hari ini terhibur dengan untaian kata penuh makna cinta..
Namun tak jua melipur laranya..
Sang Pujangga berkelabu
Dalam kejauhan ia mengirimkan tanya
Pada rimbun cemara di belahan lain dunia
Masihkah ia akan terus dapat segar aromanya
Walau ia tak dapat mengucurkan air ditanahnya
Sang Pujangga berkelabu
Saat iapun menerima kenyataan tak senyaman harapannya
Ia tak dapat apa-apa
Dari muka dunia nyata.....
hingga ujung dunia maya
Dan iapun akan berlalu......
special contribute for ~Zack~
Memupuskan peristiwa keemasan waktu dia berjaya
Memungkiri semua mahkota yang ditahtakan kepadanya
Dalam kepahitan ia bersyukur smua telah berakhir
Sajak kepura-puraan yang ia susun beberapa depak waktu
Sang Pujangga berkelabu
Gerimis yang halus lumayan membuat anyelir itu kedinginan
Sampai ia tak lagi bisa melenggokkan kelopaknya
Hingga saat ia melihat kegalauan sang pujangga
Ia ikut berpura-pura ingin berbagi kehangatan sisa
Sang Pujangga berkelabu
Hingga mengundang beberapa belalang menari lucu
Sekedar berbalas jasa setelah beberapa hari ini terhibur dengan untaian kata penuh makna cinta..
Namun tak jua melipur laranya..
Sang Pujangga berkelabu
Dalam kejauhan ia mengirimkan tanya
Pada rimbun cemara di belahan lain dunia
Masihkah ia akan terus dapat segar aromanya
Walau ia tak dapat mengucurkan air ditanahnya
Sang Pujangga berkelabu
Saat iapun menerima kenyataan tak senyaman harapannya
Ia tak dapat apa-apa
Dari muka dunia nyata.....
hingga ujung dunia maya
Dan iapun akan berlalu......
special contribute for ~Zack~
.:.moonelectra in frame.:.
Gajah Kuning, Bebek Hijau dan Burung Kayu
...selalu setia menunggu tupai gigi besar pulang dalam lelah. Berharap masih ada sedikit senyum di bibir tupai yang tertebar begitu masuk ke dalam ruang kotak. Ada kalanya tupai masuk dengan riang, melompat-lompat tanpa sebab, menebar tawa dan bernyanyi tanpa nada. Namun ada kalanya tupai pulang diwaktu malam, masuk dengan wajah tertekuk, merebahkan diri di kasur kapuk, dan terlelap dalam kantuk.
Malam tadi, tupai benar-benar kelelahan. Setelah puas melompat dan tertawa, ia hanya ingin tertidur dan bermimpi indah. Ada sedikit senyum, namun kebanyakkan hanya penat. Keesokkan hari tupai harus kembali melompat tinggi-tinggi dan berlari bahkan di pagi hari.
"Save a squirrel for us...!!!", teriak gajah kuning, bebek hijau dan burung kayu.
Maaf ya, bukan berarti tupai bosan. Masih banyak hal yang ingin diceritakan, termasuk cerita tentang berlembar-lembar pesan singkat yang akhir2 ini sering sekali membuat tupai tersenyum (hmm...). Suatu saat tupai akan bercerita, tapi mungkin tidak malam ini dan malam esok.
Semoga malam setelah esok dan sesudahnya...
.:.Dita in frame.:.
from: http://anindittz.multiply.com/journal/item/59
Malam tadi, tupai benar-benar kelelahan. Setelah puas melompat dan tertawa, ia hanya ingin tertidur dan bermimpi indah. Ada sedikit senyum, namun kebanyakkan hanya penat. Keesokkan hari tupai harus kembali melompat tinggi-tinggi dan berlari bahkan di pagi hari.
"Save a squirrel for us...!!!", teriak gajah kuning, bebek hijau dan burung kayu.
Maaf ya, bukan berarti tupai bosan. Masih banyak hal yang ingin diceritakan, termasuk cerita tentang berlembar-lembar pesan singkat yang akhir2 ini sering sekali membuat tupai tersenyum (hmm...). Suatu saat tupai akan bercerita, tapi mungkin tidak malam ini dan malam esok.
Semoga malam setelah esok dan sesudahnya...
.:.Dita in frame.:.
from: http://anindittz.multiply.com/journal/item/59
Kata-Kata untuk Lagu Kita
berapa banyak nada yang membuat kita jadi ceria?
membuat kita bersemangat dan berhasrat,
walau mungkin belum tahu maknanya
serentak kita teriak bahagia “wihiy! ini laguku!!”
berapa banyak lagu yang tak kita suka?
kita benci, kita hindari, tapi terdengar tak kunjung henti
spontan sambil berkerut, kita protes memaki
“duuuh, lagu ini lagi, ini lagu siapa sih?!”
berapa banyak lirik yang membuat kita termenung sedih?
tiba-tiba menjerit tak bersuara, sejenak sinis pada semesta,
lalu membatin lirih berbisik
“huhuhu… siyal...ini kisahku, hiks!”
berapa banyak musik cinta yang membawa kita melayang?
membuat kita tertawa, terbang padanya,
berjingkrak berputar berdansa, tersenyum lepas,
binar yakin berkata “yaaa yaa yaaa, aku tau rasanya!”
[kata-kata untuk lagu-lagu kita]
.:: Arien in Frame.:.
http://ariencantiq.multiply.com/journal/item/321/kata-kata_untuk_lagu-lagu_kita
membuat kita bersemangat dan berhasrat,
walau mungkin belum tahu maknanya
serentak kita teriak bahagia “wihiy! ini laguku!!”
berapa banyak lagu yang tak kita suka?
kita benci, kita hindari, tapi terdengar tak kunjung henti
spontan sambil berkerut, kita protes memaki
“duuuh, lagu ini lagi, ini lagu siapa sih?!”
berapa banyak lirik yang membuat kita termenung sedih?
tiba-tiba menjerit tak bersuara, sejenak sinis pada semesta,
lalu membatin lirih berbisik
“huhuhu… siyal...ini kisahku, hiks!”
berapa banyak musik cinta yang membawa kita melayang?
membuat kita tertawa, terbang padanya,
berjingkrak berputar berdansa, tersenyum lepas,
binar yakin berkata “yaaa yaa yaaa, aku tau rasanya!”
[kata-kata untuk lagu-lagu kita]
.:: Arien in Frame.:.
http://ariencantiq.multiply.com/journal/item/321/kata-kata_untuk_lagu-lagu_kita
Monday, December 15, 2008
Contradiction
Unique yet a replica, unstable yet secure,
Could only wait for an answer; yearning for a cure.
I’ve talk to you with a waxy whisper; I’m lost in your haunting hush.
Just like our long erotic kiss with a short ecstasy we rush.
Remind a memory, the long our forgotten tale.
In a daze a daydream like an abandoned boat assail.
I want an awful lot of parties and a thousand relationships.
Drinking gallons and gallons but I’ll taking only for a sip.
Venomous virtue a burning desire…
You are so glad you’ve met me…Me? Some live wire creature?
Sensation that’s seducing within a sentimental dark deathly song.
In the darkness of the night you’ve been waiting for so long.
Tormenting trembling as crude as the cold….
An uncanny resemblance so young yet so old..
.:.dryinhell in frame.:.
http://dryinhell.multiply.com/journal/item/7/contradiction
Could only wait for an answer; yearning for a cure.
I’ve talk to you with a waxy whisper; I’m lost in your haunting hush.
Just like our long erotic kiss with a short ecstasy we rush.
Remind a memory, the long our forgotten tale.
In a daze a daydream like an abandoned boat assail.
I want an awful lot of parties and a thousand relationships.
Drinking gallons and gallons but I’ll taking only for a sip.
Venomous virtue a burning desire…
You are so glad you’ve met me…Me? Some live wire creature?
Sensation that’s seducing within a sentimental dark deathly song.
In the darkness of the night you’ve been waiting for so long.
Tormenting trembling as crude as the cold….
An uncanny resemblance so young yet so old..
.:.dryinhell in frame.:.
http://dryinhell.multiply.com/journal/item/7/contradiction
Butterfly Section
when two people in love, they feel what's called butterfly.
Butterfly is a sprinkle in your heart, taste so sweet, warm, and shivering inside.
It started from a simple hi, and sometimes it ain't over even till you say goodbye.
It's a feeling that make you smile and also cry.
Take you flying to the sky or get you hurt and then you die.
Just don't let the butterfly fly away.
Time shall be the answer you'll find your true love someday.
.:.arien in frame.:.
http://ariencantiq.multiply.com/journal/item/25/butterfly_section_
Thursday, December 11, 2008
Kalian Semua Pecundang
Adakah kalian lelah menjagaku, wahai kaum pecundang!
Benarkah perih sedihku tak lagi membuatmu senang?
Belum juga muak pada lagu yang tiada berhenti berdendang?
Tak terlihat disampingku, tegak perkasa sebilah parang?
Senyumku terpuaskan, aku jengah termangu
Dimana tipu daya, dimana suka ria yang dulu?
Kini segenggam nurani mengoyak tirani hati
Dada pecundang tak bergerak, sekarat lalu mati!
Sebelum candu menggelayut
Sebelum ekstasi bermimpi
Sebelum mereka merayu
Sebelum aku dicumbu
Hey, pecundang! Aku dataaaaang...!
.:.pIpI in frame.:.
from:http://pipipego.multiply.com/journal/item/211/Kalian_Semua_Pecundang
Benarkah perih sedihku tak lagi membuatmu senang?
Belum juga muak pada lagu yang tiada berhenti berdendang?
Tak terlihat disampingku, tegak perkasa sebilah parang?
Senyumku terpuaskan, aku jengah termangu
Dimana tipu daya, dimana suka ria yang dulu?
Kini segenggam nurani mengoyak tirani hati
Dada pecundang tak bergerak, sekarat lalu mati!
Sebelum candu menggelayut
Sebelum ekstasi bermimpi
Sebelum mereka merayu
Sebelum aku dicumbu
Hey, pecundang! Aku dataaaaang...!
.:.pIpI in frame.:.
from:http://pipipego.multiply.com/journal/item/211/Kalian_Semua_Pecundang
Intensity
Hujan ini terlihat begitu fana...
datangnya kadang tak sisakan rasa...
halimun hanya terkadang saja siap menyambut
menyusul sang terik yang tak dapat dikata lembut.
Tetesan embun pun bukan sesuatu yang nyata...
tapi sejuknya sanggup redakan gulana
tapi siang menyirnakan segera
sengatan panas siap mendera....
Nikmati riak yang lalu lalang
ombak silih berganti hilang
cuma ini ?! yang katanya hidup penuh arti?
seolah belaka yang menempa diri
Sambil disisi berdamping entah siapa...
setia, tanpa sadar menanti apa....
sia - sia sungguh jalan yang telah
percuma yang ditunggu tak kunjung terambah
Kadang kagum akan goresan yang begitu halus
hanya relung lukis yang sanggup tembus
pelajari pahat penatnya hidup
hingga rahasia kecewa pun terhirup
Pelajari rasa, semahal inikah bayarannya
terlalui curah perhatian yang berbayar duka
rugikah jika pahami apa yang tengah terjadi?
beruntungkah jika alami suatu kehilangan yang hakiki?
.:.dryinhell in frame.:.
from: http://dryinhell.multiply.com/journal/item/74/intensity...
datangnya kadang tak sisakan rasa...
halimun hanya terkadang saja siap menyambut
menyusul sang terik yang tak dapat dikata lembut.
Tetesan embun pun bukan sesuatu yang nyata...
tapi sejuknya sanggup redakan gulana
tapi siang menyirnakan segera
sengatan panas siap mendera....
Nikmati riak yang lalu lalang
ombak silih berganti hilang
cuma ini ?! yang katanya hidup penuh arti?
seolah belaka yang menempa diri
Sambil disisi berdamping entah siapa...
setia, tanpa sadar menanti apa....
sia - sia sungguh jalan yang telah
percuma yang ditunggu tak kunjung terambah
Kadang kagum akan goresan yang begitu halus
hanya relung lukis yang sanggup tembus
pelajari pahat penatnya hidup
hingga rahasia kecewa pun terhirup
Pelajari rasa, semahal inikah bayarannya
terlalui curah perhatian yang berbayar duka
rugikah jika pahami apa yang tengah terjadi?
beruntungkah jika alami suatu kehilangan yang hakiki?
.:.dryinhell in frame.:.
from: http://dryinhell.multiply.com/journal/item/74/intensity...
Ketika Karma Jahat Menunjukmu
Sepertinya kali ini karma jahat menunjuk padaku untuk menjadi pihak yang terluka.
Dengan segala kekuasaan, membawa kembali semua perasaan yang dulu kulempar kepada mereka.
Setelah berotasi dalam putaran pasti, sambutlah giliranku untuk menikmati pilu hati dan kepalan tangan tiada henti.
Sang penguasa punya beribu cara untuk membuka mata manusia.
Bahkan gurauan bisa menjadi impian, dan impian berubah menjadi kenyataan.
Hanya sayang waktunya sudah lewat, sehingga yang disajikan hanya sebentuk penyesalan.
Walaupun duka lampau selalu bisa jadi pelajaran, bagi mereka yang ketika itu tersudut sebagai korban, sakitnya tidak akan terlupakan.
Nafsu adalah musuh manusia yang paling nyata.
Kesombongan membuat lupa eksistensi penguasa.
Nafsu seringkali membutakan mata, kesombongan mematikan kepandaian.
Yang harusnya begitu sederhana kenapa musti dibuat rumusan angka?
Yang rumit cuman ada di kepala saja!
Aku bisa bertahan.
Aku tidak mau tetap diam.
Aku akan menemukan suatu cara.
Aku pasti menemukan titik terang.
Karma boleh jahat kepadaku.
Tapi dengan kepala aku akan bercahaya.
Tapi dengan kata-kata aku akan ungkapkan semua.
Dan kupastikan penguasa berada dibelakangku
.:.pIpI in frame.:.
from:http://pipipego.multiply.com/journal/item/274/Ketika_Karma_Jahat_Menunjukmu
Nauseated
Tatapan yang seketika nanar
terperanjat tak tersanggah...
sementara mataku ini hampir keluar...
setengah berusaha agar pijakan ego ku tak berubah
Adalah langka hingga kumau hingga berbuat
luncurkan nada - nada tinggi hingga leherku berurat
tidakkah terlihat maksud baik yang tersirat?
tanpa emosi,akan kubuat hidupmu kiamat...
Sekedar imajinasi yang membuatku miris
aku seperti anjing yg tak pandai menggonggong
bahkan cuma rajin goyang ekor bersikap manis
dan kemungkinan akupun jarang melolong....
Tapi tiba - tiba aku merasa jadi binatang
mungkin menjadi kelinci berkepala macan..
atau macan berkepala kerbau?!
atau bahkan anjing berkepala naga??
Ingin rasanya kutelan kau hidup - hidup...
muak dengan nafas yang senantiasa kuhirup
tudingan - tudingan yang membuat nadiku meletup - letup
sementara aku terus berjuang agar sinarmu tak redup.
Kau sibuk jejali aku dengan penyesalan
dibalik dinding yang seolah penuh kesabaran...
Aumanku bahkan tak mampu kau elakan
sampai berlaripun kubuat kau tak memungkinkan.
Kau tak berdaya beranjak hanya sanggup bertatapan
dengan taringku yang dilengkapi gonggongan.
Sudah waktunya api yang keluar dari kerongkonganku
harus menderai otakmu menjadi abu.
Kupaksa kau jilat keempat kakiku....
bersihkan dari debu-debu mu....dan kau harus mau!!!
Ya, akulah anjing kecil yang manis
macan yang setelah kenyang meringis
kelinci yang menjadi sadis...
kerbau yang berubah jd bengis....
Puas....!
selanjutkan tak lagi pernah kuperduli sinarmu
tak akan kuperhatikan lagi tatapan terperanjatmu
karna telah kutinggalkan...ku lepas....
.:.dryinhel in frame.:.
from: http://dryinhell.multiply.com/journal/item/77/nauseated.....
terperanjat tak tersanggah...
sementara mataku ini hampir keluar...
setengah berusaha agar pijakan ego ku tak berubah
Adalah langka hingga kumau hingga berbuat
luncurkan nada - nada tinggi hingga leherku berurat
tidakkah terlihat maksud baik yang tersirat?
tanpa emosi,akan kubuat hidupmu kiamat...
Sekedar imajinasi yang membuatku miris
aku seperti anjing yg tak pandai menggonggong
bahkan cuma rajin goyang ekor bersikap manis
dan kemungkinan akupun jarang melolong....
Tapi tiba - tiba aku merasa jadi binatang
mungkin menjadi kelinci berkepala macan..
atau macan berkepala kerbau?!
atau bahkan anjing berkepala naga??
Ingin rasanya kutelan kau hidup - hidup...
muak dengan nafas yang senantiasa kuhirup
tudingan - tudingan yang membuat nadiku meletup - letup
sementara aku terus berjuang agar sinarmu tak redup.
Kau sibuk jejali aku dengan penyesalan
dibalik dinding yang seolah penuh kesabaran...
Aumanku bahkan tak mampu kau elakan
sampai berlaripun kubuat kau tak memungkinkan.
Kau tak berdaya beranjak hanya sanggup bertatapan
dengan taringku yang dilengkapi gonggongan.
Sudah waktunya api yang keluar dari kerongkonganku
harus menderai otakmu menjadi abu.
Kupaksa kau jilat keempat kakiku....
bersihkan dari debu-debu mu....dan kau harus mau!!!
Ya, akulah anjing kecil yang manis
macan yang setelah kenyang meringis
kelinci yang menjadi sadis...
kerbau yang berubah jd bengis....
Puas....!
selanjutkan tak lagi pernah kuperduli sinarmu
tak akan kuperhatikan lagi tatapan terperanjatmu
karna telah kutinggalkan...ku lepas....
.:.dryinhel in frame.:.
from: http://dryinhell.multiply.com/journal/item/77/nauseated.....
Subscribe to:
Comments (Atom)
